Efek Samping Vapor, Bahaya Vapor yang Perlu Diketahui

Bahaya Vape – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang bahaya vapor (rokok elektrik) bagi kesehatan yang saat ini banyak dipertanyakan oleh para perokok ataupun orang yang bukan perokok. Vapor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah liquid atau E-juice menjadi uap. Alat ini diciptakan oleh Hon Lik, seorang warga Tiongkok pada tahun 2003 yang kemudian dipatenkan tahun 2004 dan mulai menyebar hingga keseluruh penjuru dunia pada tahun 2006-2007 dengan berbagai macam merek.

Vapor diciptakan untuk menggantikan rokok konvesional (tembakau) dan pastinya tujuan diciptakannya alat ini memiliki beberapa alasan. Alasan yang utama adalah bahwa rokok konvesional sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Di dalam rokok konvesional terdapat lebih dari 4000 zat dan 2000 zat diantaranya adalah zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Tar, karbon monokksida dan nikotin merupakan zat yang paling berbahaya dan memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Tar memiliki kandungan 43 bahan yang dapat menyebabkan terjadinya kanker atau yang biasa disebut dengan karsinogen. Nikotin juga memiliki zat yang bisa membuat seseorang menjadi kecanduan, inilah yang membuat seseorang menjadi sangat sulit untuk berhenti merokok.

Meskipun tujuan diciptakannya vapor ini supaya para perokok beralih ke vapor untuk menghindari bahaya rokok konvesional, tetapi masih sedikit sekali penelitian yang membuktikan bahwa vapor ini aman untuk digunakan. Bahaya dan efek samping vapor bagi kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Menjadi ketergantungan

Kandungan E-Juice atau liquid berbeda-beda, tetapi biasanya berupa Propylene Glycol (PG), Vegetable Glicerin (VG), Essence Flavour dan nikotin. E-juice memiliki banyak macam pilihan rasa dan ada yang mengandung nikotin ataupun tidak. Namun seringkali dijumpai kadar nikotin yang tertera di label tidak sesuai dengan kadar yang sebenarnya. Nikotin sendiri merupakan sebuah zat yang sangat adiktif yang bisa merangsang sistem saraf, meningkatkan denyut jantung dan nikotin ini memiliki efek candu yang cukup kuat.

Pada intinya semua zat yang masuk kedalam tubuh memiliki ambang batas tertentu, termasuk nikotin sebagai sebuah zat adiktif. Meskipun digunakan dibawah ambang batas, jika penggunaannya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, tentunya akan memberikan efek yang sangat buruk bagi kesehatan. Nikotin memiliki efek sistemik pada tubuh, khususnya di bagian saraf otak. Hal ini sudah terbukti dengan efek rasa tenang yang dirasakan oleh para pengguna nikotin.

2. Rasa Gatal Ditenggorokan

Kandungan nikotin yang terlalu tinggi di dalam liquid dapat menyebabkan tenggorokan orang yang sensitif berasa tidak nyaman dan gatal (Throat hit).

3. Meledak

Vapor ini terdapat 2 jenis, yaitu jenis mechanical dan electrical yang keduanya ini mempunyai perbedaan pada chip. Untuk yang jenis mechanical ini tidak terdapat chip yang berfungsi untuk sistem keamanan, jadi apabila penggunaan vapor mechanical tidak hati-hati dan baterai yang digunakan tidak sesuai standar untuk vapor, dapat berakibat meledak.

4. Penyalahgunaan

Belum adanya undang-undang yang mengatur vapor di indonesia menyebabkan terjadinya penjualan secara bebas dan beredarnya liquid-liquid home industri secara bebas tanpa adanya aturan. Kita tidak tahu yang sebenarnya di dalam liquid tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak. Apakah poses pembuatannya dilakukan secara benar apa Cuma asal-asalan. Apabila Vapor ini digunakan oleh orang yang tidak benar dapat digunakan untuk yang tidak-tidak.

Saya sendiri adalah pengguna vapor dan artikel ini saya buat bukan untuk menyudutkan salah satu pihak. Saya bermaksud dengan adanya ulasan bahaya rokok elektrik tersebut, pemerintah segera membuat aturan tentang peredaran vaporizer di indonesia. Agar bahaya-bahaya tersebut dapat di minimalisir atau bahkan dapat dihindari.