Krisis Minyak Zaitun di Italia Menjadi Pergantian Besar Dalam Kehidupan

Minyak zaitun udah dibuat di Italia saat sekurang-kurangnya 4. 000 tahun. Akan tetapi, saat ini kebun zaitun di Italia Selatan tengah alami kritis.

Ultimatum yg menyerang.menimpa pohon-pohon zaitun ini diakibatkan oleh paduan pergantian iklim, bakteri, serta pencabutan beberapa ribu pohon zaitun buat pipa Trans-Adriatik yg tengah dibikin di Puglia, lokasi penghasil zaitun khusus Italia.

Karena itu Italia mungkin mesti mengimpor minyak zaitun dari negara lain. Walaupun sebenarnya, sejauh ini minyak zaitun bukan hanya sebagai tulang punggung ekonomi lokal namun juga bagian nasional penting di negara ini.

Italia satu diantara pengekspor minyak zaitun besar di dunia. Rata-rata 400 ribu ton dipasarkan di luar negeri tiap-tiap tahun.

Situasi ini dapat disebut tahun paling buruk untuk usaha minyak zaitun. Bukan tidak bisa kritis terus akan berbuntut selama 2019.

The Guardian menyampaikan rangkaian cuaca tidak baik kurangi panen zaitun tahunan di Italia sebesar 57 prosen. Ini membuatnya panen paling buruk dalam 25 tahun. Buntutnya kerugian $1, 13 miliar dolar yang wajib di tanggung banyak petani zaitun.

Pohon zaitun di Italia udah alami 3 kali serangan pada tahun 2018. Pertama, udara dingin pada bulan Februari 2018 menerjang negara Mediterania. Bahkan juga sebabkan salju yg jarang-jarang turun di Roma.

Ini setelah itu disertai gelombang panas besar di semuanya Eropa saat musim panas. Pun petaka hujan serta banjir di sebagian sisi Italia pada bulan Oktober serta November.

Pohon zaitun tak tahan melawan cuaca berlebihan. Menukil The Telegraph, dorongan pergantian iklim pun bikin pohon lebih riskan pada lalat zaitun.

Artikel Lainnya : minyak zaitun untuk wajah

Tidak hanya itu, patogen tanaman kuat–xylella fastidiosa–yang peluang menumpang pada tanaman import dari Kosta Rika udah menyebabkan kerusakan beberapa ratus ribu pohon di Puglia, penghasil minyak zaitun yg penting.

” Tiga atau empat hari suhu 40 derajat Celsius pada musim panas, atau 10 hari tiada hujan pada musim semi–bahkan dua hari suhu beku pada musim semi–lebih penting ketimbang rata-rata tahun ini, ” kata Riccardo Valentini, direktur Euro-Mediterranean Center for Climate Change.

Menurut Valentini, soal yg bakal menimpa pohon zaitun belum tuntas hingga di sini. Bahkan juga bukan hanya menyerang.menimpa pohon zaitun di Italia namun juga di seluruh Eropa dalam kurun waktu dekat.

Cuaca berlebihan, kata Valentini, udah diperhitungkan jadi salah satunya resiko khusus dari pergantian iklim. Petani zaitun butuh mengantisipasinya. ” Kami kenal bakal ada tambah banyak penyimpangan serta cuaca berlebihan di saat depan, ” ujarnya.

Pohon zaitun bukan salah satu yg menanggung derita. Pada bulan Februari, petani zaitun yg terserang resiko penurunan produksi zaitun lantas turun ke jalan. Mereka tuntut support pemerintah.

Sekian banyak negara penghasil minyak zaitun lain di Eropa pun diprediksikan alami penurunan hasil panen. Panen di Portugal turun 20 prosen.

Yunani menyaksikan penurunan sebesar 42 prosen. Kegalauan paling besar mereka yaitu serangan lalat zaitun yg turunkan mutu minyak. Kebanyakan kebanyakan dikategorikan jadi minyak zaitun extra virgin.

Menurut Olive Oil Times, Spanyol yaitu penyelamat dalam soal ini. Produksi minyak zaitun mereka musim ini diprediksikan bertambah 25 prosen, capai 1, 8 miliar ton.

Tak seperti Italia serta Yunani, yg tergantung pada kebun zaitun tradisionil, banyak wilayah di Spanyol menanam tambah banyak perkebunan pohon zaitun dengan kepadatan tinggi serta tahan kekeringan.

Sejauh ini Italia tawarkan lebih kurang 500 varietas minyak zaitun. Akan tetapi, kekurangan tahun ini mungkin memaksakan sejumlah masyarakatnya buat coba minyak di luar negeri buat sekali-kalinya.

” Ini sungguh-sungguh pergantian besar dalam kehidupan kita. Orang Italia tidak sempat memanfaatkan minyak zaitun asing, begitu jarang-jarang Anda menemukannya minyak dari negara lain, ” tukas Valentini.

Tags: