Sepeda Gunung Bertenaga Listrik, Memakai Baterei Yang Water Resistant

Sepeda gunung bertenaga listrik? Ini kemungkinan terdengar aneh. Tetapi sebenarnya, beberapa orang yang pingin nikmati arah off road pegunungan dengan sepeda, tetapi gak kuat mengayuh di tanjakan serta tidak mampu menggowes di arah berbatu.

Oleh karena itu sepeda gunung dengan pemberian tenaga listrik dapat berubah menjadi jalan keluar buat menaklukkan medan yang awal mulanya ” mengerikan ” untuk dengkul kita.

Satu diantaranya yang keluarkan sepeda tipe ini yaitu Polygon. Sebelumnya setelah keluarkan seri Pedelec (pedal electric bicycle) bernama Path-E, produsen sepeda tanah air itu keluarkan seri mountainbike-nya, ialah Entiat-E.

Pedelec punyai kegunaan yang sama dengan sepeda kayuh konvensional umumnya – yang memperbedakan yaitu sepeda bergerak hasil dari kombinasi tenaga pedaling yang dilaksanakan oleh pesepeda serta kekuatan listrik yang dibuat oleh baterei simpatisan pada sepeda.

” Metode ini didatangkan buat mengirit tenaga pembalap hingga pembalap dapat menelusuri lebih jauh serta bertambah cepat, ” kata Devina Susilo, Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes.

Menurut Devina, seri sepeda gunung pedelec ini dikeluarkan buat menjawab permohonan produk dalam vs MTB, seusai April 2018 lalu Polygon mengeluarkan Pedelec pertamanya, Path-E yang disebut sepeda komuter buat jalan raya.

Read More : harga sepeda gunung polygon

Dengan pemberian tehnologi metode power assist pada sepeda, pedelec bisa membantu pesepeda dari beraneka umur serta kebolehan, hingga waktu bersepeda bersama dengan mereka tak tertinggal.

Dengan cara tekhnis Entiat-e bergerak hasil dari kombinasi tenaga pedaling yang dilaksanakan oleh pesepeda di dukung dengan motor listrik yang dibuat oleh baterei.

Dengan cara tekhnis Entiat-e bergerak hasil dari kombinasi tenaga pedaling yang dilaksanakan oleh pesepeda di dukung dengan motor listrik yang dibuat oleh baterei.

Sepeda tipe hardtail ini ditambahkan bermacam model jelajah buat mengatur medan. Pemakai contohnya dapat memakai model Eco buat jalanan datar, trail buat medan yang lebih berat, serta boost buat tanjakan.

Model yang dapat dirapikan serta dimonitor melalui monitor kecil ini dapat tentukan sebegitu besar tenaga listrik yang dialirkan ke pedal buat menopang mengayuh.

Metode motor pada pedelec ini tak menyebabkan suara bising waktu dikayuh, serta punyai kecepatan maximum 25 km/jam – hampir mendekati dengan kecepatan rata-rata mobil di kota besar.

Yang lebih penting, dia memakai baterei yang water resistant hingga aman diperlukan dalam keadaan hujan atau melalui kubangan air. ” Dengan Entiat – E menelusuri medan curam, tanjakan yang berat, jarak bersepeda yang jauh bisa dilibas dengan gampang serta cepat, ” kata Devina.

Sepeda yang ada bulan mei 2018 ini di jual pada harga Rp 50 juta

Tags: